LUBUKLINGGAU – Menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lubuklinggau 2018, sejumlah partai politik (parpol) kian gencar melakukan komunikasi politik.
Diantaranya, PDIP dan PKB. Kedua parpol ini bakal koalisi guna mengusung kandidat Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau 2018.
“PDIP tak bisa mengusung kandidat sendiri. Begitupun PKB, makanya perlu koalisi agar bisa mengusung kandidat yang sama,” ungkap Hambali Lukman, politisi PDIP.
Hambali menjelaskan, untuk mengusung kandidat dibutuhkan minimal 6 kursi perwakilan di parlemen. Sementara, PDIP memiliki 4 perwakilan di kursi legislatif, sedangkan PKB ada 3 kursi.
“Koalisi parpol PDIP-PKB sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon,” ujarnya.
PDIP sendiri, dikatakan Hambali, akan memprioritaskan kadernya maju dalam Pilkada 2018. “Pada 2013 lalu, kita hanya memiliki satu perwakilan, bisa mengusung kadernya maju apalagi sekarang dengan 4 kursi,” tegas Hambali.
Terlebih lanjut Hambali, PDIP memiliki banyak kader berpotensi. Bukan hanya namanya dijagokan untuk maju dalam Pilkada Lubuklinggau 2018. Tetapi sederet nama kader berpotensi lainnya.
“PDIP tidak krisis kader, karena ada Yusri Daud, Khoirul Umri, Suyitno, Sutrisno Amin, Sri Hermalini, dan kader lainnya,” ungkap Hambali.
Dari sederet nama tersebut, lanjut Hambali, belum ditentukan siapa yang akan dipilih partai untuk maju dalam Pilkada 2018.
“Untuk menentukan person, akan ada survei internal dan eksternal. Bagi yang memiliki elektabilitas paling tinggi, itu akan dipilih,” jelas Hambali.
Senada dikatakan politisi PKB, Raden Salendra. Disebutkannya, siapa yang diusung dan didukung PKB , belum bisa diketahui.
Soalnya, hasil survei dan keputusan partai belum ditentukan. Namun selain dirinya, PKB juga memiliki banyak kader, seperti Yusri, Yulius, Sulfi Hendra, dan Romi Jaya.
Namun wacana koalisi PDIP-PKB, sudah dipastikan bakal ada kandidat lain dari petahana dikabarkan bakal berlayar dengan perahu Golkar. “Selain PDIP, kita siap berkoalisi dengan siapapun,“ ujar Raden. (yat)



No Responses